Bank Century (kini Bank Mutiara) Akan Dilego   Leave a comment

Bank Century (kini Bank Mutiara) Akan Dilego Senilai Harga Bailotnya Rp 6,7-T

Bank Mutiara Laku 6,7 T, Kasus Century Tutup Buku
Harganya Dianggap tidak Masuk Akal Bagi Investor

Minggu, 19 Juni 2011 , 03:16:00 WIB

RMOL.Langkah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang akan menjual saham (divestasi) Bank Mutiara mengundang pertanyaan. Tanpa proses hukum, bank yang dulu bernama Bank Century tersebut akan sulit terjual.

Meski ditentang berbagai kalangan, Ketua LPS Firdaus Djaelani tetap bersikukuh untuk menjual saham Bank Mutiara. Tidak tanggung-tanggung. Harga yang ditawarkan Rp 6,7 triliun, setara dengan dana bailout yang dikeluarkan pemerintah.

Dana bailout itu dikeluarkan sebagai talangan atas ambruknya keuangan bank yang pernah dimiliki Robert Tantular tersebut.

Divestasi Mutiara mulai digelar pada Agustus tahun ini. Saat ini, pemerintah melalui LPS memiliki 99,996 persen saham bank tersebut. “Berdasarkan aturan, divestasi Bank Mutiara seharusnya bisa dituntaskan tahun ini, tetapi kalau belum laku bisa ditunda tahun berikutnya,” ujarnya.

Firdaus menjelaskan, skema penjualan Mutiara terdapat beberapa opsi. Salah satunya, penjualan langsung ke investor (strategic sales). “Ada beberapa opsi, yaitu strategic sale, re-IPO. Tapi dari diskusi kita mengarah ke strategic sale. Setelah dijual kita pertahankan jadi Bank Tbk,” ungkap Firdaus.

Menurut Koordi*nator Tim Kajian Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam, dalam proses divestasi Bank Mutiara ini akan terjadi tarik ulur. Sebab, langkah ini merupakan testing the water.

Dia yakin, pemerintah akan berupaya untuk mendapatkan, lebih besar dari Rp 6,7 triliun sebagai dana penyertaan LPS di Bank Century. “Tapi, pemerintah harus hati-hati dalam divestasi ini sehingga Bank Mutiara bisa laku di atas Rp 6,7 triliun,” katanya.

Latif menyatakan, terkait keharusan divestasi Bank Mutiara laku di atas Rp 6,7 triliun. Tujuannya, untuk membuktikan bahwa prosedur bailout Bank Century dilakukan dengan benar. Jika untung, pemerintah akan berpeluang bisa meredam kritik terhadap proses bailout yang tidak benar. Bola panas isu bank Century bakal mereda. Jika tidak laku atau nilai divestasi itu di bawah Rp 6,7 triliun, justru isu politiknya yang akan semakin mencuat. Terutama, persepsi negatif dari parlemen.

“Ini akan menjadi entry point bagi DPR untuk meyakinkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat hukum lainnya, bahwa prosedur bailout Centruy menyalahi prosedur. Karena itu, orang-orang yang ter*libat akan kembali diseret ke ranah hukum,” tukas Latif.

Bagi pengamat pasar modal Yanuar Rizky, harga Rp 6,7 triliun susah dipahami investor. Secara fundamental, kondisi bank tersebut masih buruk. Artinya, kondisi Bank Mutiara yang saat ini belum 100 persen sehat tidak mampu menarik minat investor.

“Kelamnya sejarah Century membuat orang berpikir ulang untuk memiliki aset itu. Pemerintah harus turut mendukung aksi divestasi ini dengan mempercepat proses hukum Bank Century sehingga bisa mendongkrak aset,” cetus Yanuar.

Dia lantas menyebut, ekuitas Bank Mutiara yang sempat negatif kini baru Rp 700 miliar atau sekitar 11 persen dari harga penawaran. Sementara sahamnya selama ini tidak pernah diperdagangkan sehingga tidak ada yang tertarik.

“Divestasi ini perlu bantuan pemerintah untuk mengatasi persoalan hukum Century. Jika ini sudah selesai, pembeli tidak akan takut lagi berurusan dengan KPK. Kasus Tipikornya harus jelas dulu sehingga mereka tidak perlu khawatir terseret ke ranah hukum. Namun hingga saat ini, itikad baik untuk menyelesaikan kasus Century belum terlihat,” bebernya.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPR Bank Century Bambang Soesatyo mengatakan, aset Bank Mutiara hingga Desember 2010 hanya sebesar Rp 560 mi*liar. Dia meragukan divestasi ini bisa tercapai.

“Saya meragukan Bank Mutiara bisa laku diatas Rp 1 triliun. Orang gila mana yang mau beli? Upaya yang ditempuh untuk mengatasi kerugian negara tidak serta merta menghilangkan tindak pidana yang dilakukan atas Bank Century. Itu jelas ditemukan pelanggaran sehingga terjadi bailout,” jelas Bambang kepada Rakyat Merdeka.
http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=30484

“Silakan Dijual, Tapi Balikin Dulu Duit Negara”
Direksi Bank Mutiara Restrukturisasi Kredit Lama Rp 600 Miliar

Minggu, 19 Juni 2011 , 00:39:00 WIB

RMOL.Rencana Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menjual Bank Mutiara seharusnya tidak mengganggu proses recovery aset Bank tersebut. Kasus Bank yang sebelumnya bernama Bank Cen*tury ini masih dibahas dalam Panitia Khusus Bank Century (Pansus Century) di DPR.

Wakil Ketua Komisi III DPR yang juga sebagai anggota Pansus Century Fahri Hamzah mengatakan, rencana tersebut sah-sah saja jika uang negara bisa dikembalikan.

“Tetapi kalau duit negara nggak balik, maka bertentangan dengan niat kita. Maunya kita, apapun langkah LPS dan Bank Mutiara itu ujung-ujungnya aset negara yang hilang itu bisa kembali,” katanya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Tidak hanya itu, Bank Mutiara juga harus bisa membayar utang-utangnya ke customer-nya, terutama kepada Antaboga yang selama ini masih mengambang. Apapun corporate action yang dilakukan Bank Mutiara, baik menjual aset atau yang lainnya tidak apa-apa asal recovery assetnya tercapai. “Jika tidak tercapai, jangan dong,” kata Fahri.

Dia mencurigai, dijualnya Bank Mutiara ke pihak asing atau swasta sehingga nantinya tidak bisa lagi diakses oleh pemerintah.

Pihaknya khawatir, jika dimiliki asing atau swasta dan terdapat masalah di dalam Bank Mutiara, maka pemerintah atau DPR tidak punya akses lagi ke Mutiara. Sedangkan kasus Century hingga kini belum tuntas.

Direktur Utama Bank Mutiara Maryono menepis semua keraguan DPR maupun pengamat. Menurut dia, saat ini, Bank Mutiara mampu merestrukturisasi kredit bermasalah ‘warisan’ manajemen lama senilai Rp 600 miliar. Sejak diambil alih LPS, kredit bermasalah Bank Mutiara mencapai Rp 6,2 triliun.

“Kita telah merestrukturisasi kredit bermasalah sejauh ini hingga sekitar Rp 2 triliunan lebih. Tahun ini saja kita yakin bisa melakukan restrukturisasi hingga Rp 600 miliar,” kata Mar*yono.
http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=30471

Bamsoet: Aneh, LPS Patok Harga Jual Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun

Menanggapi rencana divestasi Bank Mutiara, bekas anggota Panitia Khusus (Pansus) Bank Century Bambang Soesatyo pesimistis Bank Mutiara bisa laku terjual Rp 6,7 triliun. Berdasarkan laporan keuangan Bank Mutiara kepada Pansus, aset bank tersebut hanya mencapai Rp 560 miliar.

Karena itu, kata Bambang, penawaran dari LPS itu sangat jauh dari aset yang dimiliki. Meskipun di satu sisi, politisi Partai Golkar ini menghargai upaya pengembalian kerugian negara. Namun di sisi lain, penawaran minimum Bank Mutiara tidak masuk akal.

“Saya meragukan Bank Mutiara bisa laku di atas Rp 1 triliun. Orang gila mana yang mau beli? Upaya yang ditempuh untuk mengatasi kerugian negara tidak serta merta menghilangkan tindak pidana yang dilakukan atas Bank Century. Itu jelas ditemukan pelanggaran sehingga terjadi bailout,” jelas Bambang kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, sebelum dilakukan divestasi, direksi Bank Mutiara hendaknya terlebih dahulu memperjelas aset kepemilikan bank itu. Jadi, jelas mana yang merupakan aset Bank Mutiara dan mana aset nasabah.

Dia menilai, munculnya wacana divestasi ini hanya sebatas angin surga. “Kami tetap memfokuskan pada pelanggaran yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan,” ujar politisi beringin itu.

Sementara untuk menggenjot program divestasi, Direktur Utama Bank Mutiara Maryono menargetkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 10,8 triliun, naik 21 persen dibandingkan dengan perolehan tahun lalu yang sebesar Rp 8,9 triliun.
http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=30186

Posted June 21, 2011 by adellabuku in Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: