Stop Penumpang di Atap, 130 Gerbong Ditambah   Leave a comment


PT Kereta Api (PT KA) melalui PT KRL Commuter Jabodetabek (KJC) akan menambah 130 gerbong baru untuk rute kereta Jabodetabek. Penambahan gerbong untuk mengurangi penumpang yang naik di atap kereta.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Commuter Jabodetabek (KCJ), Makmur Syaheran, penambahan ini untuk menambah kapasitas daya angkut penumpang, dan menghindari ada penumpang di atap kereta. Proses tender pengadaan gerbong ini sedang dilakukan.

“Kami akan tambah 130 unit armada lagi untuk menambah kapasitas angkut penumpang,” ujarnya, Senin malam, 16 Mei 2011.

Makmur mengungkapkan, sejak 2009 lalu, penambahan gerbong terus dilakukan. Ada delapan unit gerbong pada 2009 dan 118 gerbong pada 2010.

Sampai saat ini, sudah ada 386 gerbong, tapi hanya 326 unit gerbong yang kondisinya masih baik, dan 60 unit lainnya sudah tua sehingga mudah rusak. Gerbong yang sudah mulai tua itu masih digunakan untuk kereta ekonomi non AC.

Penambahan gerbong kereta yang dilakukan sejak 2009 hanya dilakukan bagi rangkaian kereta api ekonomi AC dan ekspres. Sedangkan, kereta ekonomi non AC tidak pernah ditambah.

“Para pemangku kepentingan selalu minta kami untuk tambah kereta ekonomi. Tapi masalahnya, sudah tidak ada lagi pabrik yang mengeluarkan kereta ekonomi non AC,” tegasnya.

Saat ini, hanya ada tiga negara di dunia yang masih memakai kereta ekonomi, yaitu India, Bangladesh, dan Indonesia. Karena itu, salah satu solusinya adalah dengan membuat kereta ekonomi menjadi ekonomi AC.

“Namun, kemarin mau ditingkatkan tarifnya saja sudah ribut. Makanya ditunda dulu. Nantinya, tarif akan ditetapkan pemerintah. Setelah itu ditetapkan, kami berjanji akan mensosialisasikan,” tegasnya.

Setiap harinya ada 400 ribu penumpang kereta yang diangkut KRL Jabodetabek. Target pemerintah, kereta bisa mengangkut 1,2 juta penumpang setiap hari. Guna menampung seluruh penumpang, diperlukan 1.440 unit gerbong.

Kahumas PT KAI Daop I Jakarta Mateta Rizalulhaq menegaskan, penambahan gerbong kereta akan terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan. Meski kendala teknis masih harus dihadapi. “Harus memikirkan listrik, apakah sudah cukup,” ujarnya.

Beberapa perlintasan juga harus ditinjau ulang. Karena penambahan kereta akan menganggu pergerakan lalulintas di pintu perlintasan dengan intensitas perjalanan kereta yang bertambah.

Sumber

sumber:http://kask.us/8582922

Posted May 25, 2011 by adellabuku in Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: